Bukan Kabar Bohong

Sebuah kabar mendarat

di telinga,
Mataku terkunci pada satu

titik acak

Tatapan tak bertuan

Jantungku seakan

terhenti,

tak berdenyut

lagi

Orang ramai di sekitarku mendadak

berhenti bergerak

Mata mereka terkunci pada

kedua bola mataku, menegang!
Tidak ada air mata

Namun

Luka

Tulangku sudah

Lenyap

Yang bising menjadi

Senyap

Semua kosong
“Jenazahnya hampir sampai!” kata pria tinggi itu.
Ibu pulang,

itu bukan kabar bohong.

Batinku melompong.
____

Lusi S. Kagie

Petarukan, 8 Mei 2017

10.33 PM

Satu Bagian yang Meminta Seribu Pekikan

“Aw!!”

Aku menatap ke arah jendela kaca, menembus ke sebuah pemandangan yang sangat biasa. Riuh suara kendaraan beroda dua, empat, dan sesekali yang beroda tiga pun lewat dengan hening.

“Aduh!!”

Baru saja emak-emak lewat membawa keranjang belanjaan di jok belakang. Suara pekikan demi pekikan seringkali terdengar. Mengalihkan fokus pikiranku yang sedang entah ke mana.

“Astaghfirullah!”

Satu motor lagi lewat membawa dua manusia bersorban. Mereka tak kalah kaget ketika melewati bagian itu.

“Mamak!!”

Satu lagi suara cempreng yang sangat melengking keluar dari mulut seorang gadis ABG berambut basah. Nampaknya baru keramas. Mukanya terlihat sangat lebih putih dari warna kulit leher, tangan, dan kakinya.

Semakin banyak suara-suara yang terdengar itu, aku semakin diam tak peduli. Satu bagian yang menganga itu telah meminta seribu pekikan, juga tumbal!

– Lusi S. Kagie –

Kota Ikhlas, 26 April 2017

5: 38 PM

​Efek Samping Hidup Sendiri

Jadi, tadi malam Hacker masuk ke kamarku dengan tergopoh-gopoh.

“Bulik bulik, tadi aku denger efek samping hidup sendiri. Banyak banget!” Dia memasang muka tegang.

Seketika aku terbahak.

“Denger di mana?” tanyaku.

“TV. Film!” Matanya setengah melotot.

“Emang apa efek sampingnya?” Aku akting agak serius dan antusias demi mendengar jawabannya yang mungkin akan sangat penting untuk diketahui spesies jomblo di seluruh dunia.

“Emmm,” Hacker berpikir keras. Kemudian, kembali berujar, “Lupa. Pokoknya banyak!”

😶

END

#hackermaker #keponakansematawayang

Pesona Wisata Pantai Widuri di Pemalang

Kabupaten Pemalang terletak di antara Tegal dan Pekalongan, Jawa Tengah. Berkunjung ke kota Pemalang belum lengkap rasanya jika tidak menyambangi pantai ini, Widuri. Nama ‘Widuri’ berasal dari legenda Nyi Widuri. Konon, dia adalah seorang perempuan cantik jelita yang hidup di desa tersebut.

Letak pantai ini tidak jauh dari pusat kota. Dari alun-alun kota, kamu bisa melihat jalan lurus ke arah utara. Ke sanalah jalan yang harus kau tuju. Sekitar 15 menit kemudian kamu akan sampai di lokasi.

Sebelum masuk ke area pantai, kamu akan dimintai uang retribusi. Untuk kendaraan mobil, Rp 5.000,-. Dan untuk kendaraan roda dua … maaf saya lupa. Yang pasti, lebih murah dari mobil.

Kemudian kamu bisa langsung parkir di area yang telah disediakan. Harga tiket masuk ke area pantai relatif murah, yaitu Rp 4.000,- per orang. Sedangkan harga masuk ke area bermain (Widuri Waterpark) yaitu Rp 15.000,- saja, yang bisa kamu kunjungi bersama keluarga untuk berenang dan permainan air lainnya.

Kolam renang di Area Waterpark

Masuk ke tempat wisata ini kamu akan disuguhi banyak pepohonan tua dan besar yang cukup rindang. Di bawah pohon-pohon tersebut banyak wisata kuliner yang bisa kamu coba, seperti gethuk goreng, pisang cokelat, manisan, gorengan, dan masih banyak lagi lainnya. Ada juga yang jual sandal, tas, kaos, dan aksesoris.

Ada rumah pohon, tapi sayang lagi rusak.

Untuk menuju ke bibir pantai, kamu harus berjalan sekitar 5 menit saja. Dan kamu bisa melihat sebuah pemandangan air biru kehijauan yang luas, lengkap dengan deru ombaknya. Di bibir pantai, kamu juga bisa menikmati kuliner, seperti mendoan, pecel, lontong, kelapa muda, kopi, dan lain-lain sambil menikmati semilir angin.
Yang tak kalah eksotis dari pantai ini adalah adanya dermaga yang memanjang ke arah laut. Untuk menaikinya, kamu harus masuk dulu dari arah Widuri Waterpark. Seru loh. Buat foto pasca-wedding juga oke. He he.

View Pantai

Dalam moment tertentu, disediakan pula panggung hiburan yang tak jauh dari pantai. Ada juga arena sirkuit. Dan tadi saya melihat, sepertinya ada GOR yang baru dibangun.

Demikian gambaran singkat dari Wisata Pantai Widuri. Penasaran? Datang aja! Atau ada yang sudah pernah ke sana? 

[Original Song] Yuk, Baca Buku! (Draft)

Lirik: Lusi S. Kagie & Indra Wuri
Lagu: Indra Wuri

[VERSE 1]
Kupandangi
Pesona cover depannya
Tiap kali ku berjumpa dengannya

Pelan kurasakan
Halus tekstur lembarnya
Tiap kali ku berjumpa dengannya

[CHORUS]
Yuk, baca buku!
Untuk menambah ilmu
Yuk, baca buku!
Menambah wawasan kita

Yuk, baca buku!
Untuk menambah ilmu
Yuk, baca buku!
Membuka jendela dunia

[POST CHORUS]
Yuk, baca buku!
Yuk, baca buku!
Yuk, baca buku!
Yuk, baca bukunya!

[VERSE 2]
Kuhirup
Aroma khas kertasnya
Tiap kali ku berjumpa dengannya

Kudengarkan
Aksara menggema di hati
Tiap kali ku berjumpa dengannya

CHORUS

[POST CHORUS]
Yuk Baca Buku
Yuk Baca Buku
Yuk Baca Buku (Jendela Dunia)
Yuk Baca Buku (Jendela Dunia)

Sepasang Mata

Aku melihat sebuah garis horisontal di depanku. Seakan mempertemukan batas bumi dan langit. Suara air yang menggulung adalah hal yang memang sedang kubutuhkan. Setidaknya untuk memecah penat akibat rutinitas yang sengaja kubuat sendiri. Ini pilihanku.

Sebenarnya, ada yang lebih dalam dari laut untuk kuselami, yaitu matamu. Sepasang mata tajam dengan kelopak menjorok ke dalam. Apa yang ada di pikirannya?

Aku ingin mengenalmu dari sudut pandang lain. Memang, kata orang, kamu keras kepala. Tapi sungguh, itu hanya caramu menjaga prinsip. Tak mudah goyah, apalagi terpengaruh oleh orang yang sok tahu.

Sekali berkata tidak, kamu tak pernah mengubahnya menjadi iya. Apa yang kamu maui, selalu kau perjuangkan tanpa ragu. Meskipun banyak orang berkata tidak mungkin, bagimu selalu mungkin. Bukankah hidup memang penuh ketidakpastian? Selalu ada kemungkinan-kemungkinan baru untuk merobohkan kemustahilan.

Ya. Aku belajar banyak hal padamu. Realistis memang perlu. Tapi bukan berarti kita harus mengubur dalam-dalam mimpi besar yang menggerakkan ke arah yang lebih baik, bukan? Realistis memang perlu. Tapi bukan berarti kita harus menyerah di tengah laut hanya karena ada mendung dan ombak besar, bukan? Hanya ada dua pilihan, berjuang atau tenggelam!

Lagi-lagi, sepasang mata itu menatapku. Aku memilih tersenyum dan beralih menatap biru di depanku. Menyimak deru yang tak pernah menyerah. Kemudian, mendengarkan suara hatiku sendiri.

MANIAK

Aku adalah maniak. Boleh saja kamu muak. 

Matamu yang memancarkan keteduhan, aku suka. Bibirmu yang kerap melengkung ceria, aku suka.

“Bodoh!” kata mereka.

Pandaimu dalam bersikap, aku suka. Caramu meminta maaf, aku suka.

“Sok bijak!” kata mereka.

Porsi humormu, pas, aku suka. Bahkan, hobimu yang tidak lazim, aku suka.

“Aneh!” kata mereka.

Kuatmu memegang prinsip, aku suka. Diammu ketika menyimak, aku sangat suka.

“Sok idealis!” kata mereka.

“Hey, sepertinya ada yang berkomentar,” kataku.

“Aku tidak mendengar,” katamu.

“Oh, ya sudah. Aku juga tidak mendengar saja.” Aku tertawa, kamu tertawa. Aku … suka.

Distorsi gitarmu menyamarkan suara mereka. Sengaja. Biar lenyap. Dan aku suka.

Aku maniak padamu. Begitu juga kamu padaku. Boleh saja mereka muak.

____

Lusi S. Kagie

Kota Ikhlas, 14 Maret 2017

7:19 AM

____

*maniak: orang yang sangat menyukai sesuatu

*distorsi: kekacauan suara, salah satu efek gitar yang khas pada musik rock

#FiksiLusi #Maniak

Nasi Goreng Wistimewah

Nasi goreng adalah makanan khas Indonesia. Menu ini tentu punya banyak fans dari kalangan kakek nenek, bapak ibu, remaja setengah 4L4y, sampai anak kecil. Selain banyak ragamnya, bumbu dan cara memasaknya pun beda-beda.

Kali ini, saya mencoba memasak nasi goreng dengan tambahan daun salam. Saya yakin, bukan saya yang pertama kali melakukannya. Mungkin di antara kalian sudah ada yang bahkan sering menambahkan salam ini ke nasi goreng kalian saat dimasak. Tapi bagi yang belum pernah, cobalah sekali-sekali dan rasakan bedanya!

Caranya:

Siapkan nasi putih. Iris bawang merah, bawang putih, dan cabai (boleh ditumbuk, suka-suka aja). Banyaknya bumbu bergantung pada banyaknya porsi nasi atau selera masing-masing. Kadang ada juga kan yang ngerasa enek karena kebanyakan bumbu.

Panaskan wajan, tuang minyak goreng secukupnya untuk menumis bumbu. Jangan lupa kasih merica bubuk dan garam. Terakhir, kasih salam. 

“Assalamu’alaikum.”

Hey, bukan salam itu, gaes! -_- Daun salam. Daun. Daun salam.

Dan tunggu hingga aromanya tercium. Hati-hati, kecilin apinya saat numis bumbu ya. Kalo gosong kan malu juga sama pelanggan. #eh

Kalo mau pakai telur, boleh. Nggak juga nggak dosa. Sosis, baso, daging, dll boleh juga. Sawi, sangat boleh.

Lalu masukkan nasi. Tambahkan kecap dan saus kalo perlu. Aduk rata. Angkat. Taruh piring. Dan selamat menikmati. Nasi Goreng Wistimewah ala Chef Lusi. Wkwkwk.

Btw, ini nasi goreng terenak yang pernah saya masak. Dan maaf, lupa gak ambil foto. Keburu lafaarr.

Kalo kamu, suka masak nasi goreng apa dan bagaimana? Bagi tips boleh. Di komentar ya! 🙂

Aku Suka Jika Kamu Rajin Membaca

Bukan terlambat, ataupun terlalu cepat. Aku lahir di waktu yang tepat.

Sungguh, bukan itu. Segala tingkah polah, tidak melulu karena angka.

Maka, aku suka jika kamu rajin membaca. Apalagi sastra. 

Bukan apa-apa. Sudah kuamati beberapa. Mereka lebih dewasa karena melihati aksara. Mereka lebih peka karena pandai merasai nuansa. Mereka belajar dari banyak perkara. Meski tidak semua begitu adanya.

Setidaknya, mereka. Bukan sekadar menulis kosong tanpa membaca. Bukan sekadar berkelakar tanpa mendengar.

____

Lusi S. Kagie

Kota Ikhlas, 8 Maret 2017

8:46 AM

Hanya Rindu

Pada malam yang sendiri, aku mengingat namamu.

Rupanya, tak mudah untuk melupakan. Sesuatu yang pernah terjadi, melaluinya bersama-sama.

Aku ingat betul saat matamu merayu manja. Seakan meminta sesuatu. Tanpa sepatah kata pun, aku tahu. Melihat matamu lebih dalam, aku sangat tahu.

Aku ingat betul, saat kau duduk sendirian hanya untuk menatap langit pekat. Aku ikut duduk di sampingmu. Mendongak ke atas. Mencari-cari sesuatu. Tak ada. Bintang, bulan, semua sembunyi. Lalu, apa yang kau tatap? Apa yang kau lihat? Dan tiba-tiba aku ingin memelukmu.

Kaesa, di mana pun kau berada, semoga bahagia menyelimuti harimu.

Aku yang rindu,

Emak

#meong #kucingyanghilang